Buat yang kelas 12 pasti ada yang bingung nantinya mau kemana? Apalagi kalau jalur SNMPTN udah ditutup. Tapi bukan
berarti peluang kita masuk perguruan tinggi negeri tertutup juga, masih
ada jalur masuk kampus negeri lainnya.
Tetapi, tak hanya harus
pandai bermain strategi, ketika mendaftar ke kampus negeri, kita juga
perlu memilih jurusan yang tepat. Tidak jarang, banyak siswa masih
kebingungan dalam memutuskan akan memilih perguruan tinggi mana dan
memilih jurusan kuliah apa. Penyebabnya, sebagian siswa belum mengetahui
bakat dan minatnya sendiri. Tak ayal, karena merasa telah "dipepet"
waktu, mereka pun akhirnya memilih jurusan atas dasar ikut-ikutan
temannya, karena dorongan dan paksaan orangtua, karena mengikuti pacar
dan bahkan karena agar "lulus" saja.
Perlu diketahui, jika
memilih jurusan kuliah tidak sesuai dengan kepribadian bakat, minat
serta potensi diri kita sendiri maka akan menimbulkan beberapa masalah
dalam proses studi. Menurut Gunadi et al (2007), ada beberapa tips yang
perlu diperhatikan dalam melakukan pemilihan jurusan agar jurusan yang
dipilih tepat.
1. Mencari informasi secara detail mengenai jurusan yang diminati.
Sebelum
memilih jurusan, hendaknya kita memiliki informasi yang luas dan
detail. Misalnya, ilmu apa yang akan dipelajari serta apa saja mata
kuliahnya. Perlu juga dicari tahu informasi tentang lokasi kampus,
dosen, komunitas sosial di kampus, kegiatan tambahan kampus, biaya
alternatif profesi kerja, kualitas alumninya, dsb.
2. Menyadari bahwa jurusan yang dipilih hanya merupakan salah satu tangga awal dari proses pencapaian karir.
Kita
perlu tahu, jurusan yang dipilih tidak menjamin kesuksesan masa depan.
Jangan mengira bahwa dengan kuliah di suatu jurusan maka hidup kita
kelak pasti sukses seperti yang diiklankan.
3. Jurusan yang dipilih sebaiknya sesuai dengan kemampuan dan minat siswa.
Kesesuaian
minat dan bakat dengan jurusan kuliah akan membuat siswa mampu bertahan
dalam menghadapi kesulitan-kesulitan selama kuliah. Sebaliknya, jika
tidak memiliki kemampuan dan minat dalam jurusan yang dipilih, motivasi
belajar siswa bisa terpengaruh.
Misalnya, kita memiliki bakat
dalam bidang teknologi, maka kita dapat memilih jurusan Teknik
Informatika. Jika memiliki bakat dalam bidang musik, maka kita dapat
memilih jurusan seni musik, Jangan sampai jika memiliki bakat di bidang
manajemen tapi kita malah memilih jurusan Teknik Arsitektur.
4. Berpikiran jauh ke depan melihat konsekuensi dari setiap pilihan.
Apakah
mampu menjaga komitmen dan konsekuensi kerja sebagai akibat dari
pilihan itu? Di setiap pilihan pasti ada konsekuensi profesi. Jangan
sampai ingin punya status tapi tidak ingin menjalani konsekuensinya.
Jangan sampai ingin jadi dokter tapi melihat darah saja pingsan, ingin
jadi tentara tapi takut berperang, ingin jadi guru tapi tidak
penyabar/tidak senang disuruh menghadapi murid. Jadi, kalau sudah punya
cita-cita, siapkan mental, fisik dan komitmen untuk mau belajar
menghadapi tantangannya.
5. Jurusan yang dipilih sebaiknya sesuai dengan cita-cita.
Kita
pasti memiliki cita-cita. Jika bercita-cita menjadi psikolog, maka
sebaiknya memilih jurusan psikologi, bukan jurusan pendidikan teknik
mesin. Begitu juga bila ingin jadi dokter, ya harus mengambil jurusan
kedokteran.
Pelajari bidang studi yang mempunyai beberapa proses.
Misalnya, jika ingin menjadi dokter bedah, maka terlebih dahulu harus
menjalani kuliah di kedokteran umum.
6. Menyiapkan beberapa alternatif.
Seperti
halnya orang bijak berkata, jika pintu satu tertutup, maka carilah
pintu yang lainnya. Alangkah baiknya jika kita memiliki lebih dari satu
alternatif untuk berjaga-jaga jika kita tidak masuk di pilihan pertama.
Pemilihan
alternatif studi harus pun diupayakan yang masih sesuai dengan minat
dan kemampuan, bukan karena pilihan yang paling besar kemungkinan
diterima padahal tidak sesuai minat.
Kuliah merupakan jenjang
penting bagi karier di masa depan. Jadi gunakanlah waktu yang ada untuk
berpikir dalam mengambil pilihan untuk masa depan. Jangan pernah
sia-siakan kesempatan yang ada. Karena kesempatan tidak pernah datang
dua kali.
Tapi, jangan karena ingin cari "aman", lantas
mengambil jurusan yang peminatnya sedikit namun tidak sesuai dengan
minat dan bakat. Kampus bukanlah tempat di mana kita bisa bermain-main
lagi, cukuplah saat SD, SMP, dan SMA kita bermain-main. Pilihlah jurusan
yang benar-benar sesuai dengan minat, bakat serta cita-cita yang
diidamkan sehingga tidak ada penyesalan di kemudian hari.
Walaupun
sudah tidak lagi berkesempatan masuk kampus negeri lewat jalur SNMPTN,
tapi percayalah masih ada jalur SBMPTN/ujian tulis lainnya. Dan jangan
lupa berdoa, dan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena apa
pun yang terjadi dalam hidup ini, semua telah diatur oleh-Nya. Selamat
Berjuang!
*Sumber = http://news.okezone.com/read/2014/03/18/560/957187/masih-bingung-milih-jurusan-kuliah






Bagus nih le
BalasHapus