Perubahan organisasi
merupakan suatu fenomena yang kompleks, sehingga seorang manajer tidak bisa
melakukan suatu perubahan terencana secara langsung namun perlu perubahan
secara sistematis dan logis agar memiliki suatu kesempatan realistis untuk
berhasil. Perubahan organisasi terjadi karena adanya perubahan-perubahan dalam
berbagai variable eksternal seperti system politik, ekonomi, teknologi, pasar,
dan nilai-nilai. Untuk mengimplementasikan perencanaan untuk perubahan, manajer
perlu memahami langkah-langkah yang efektif dan bagaimana mengatasi penolakan
karyawan terhadap perubahan-perubahan yang efektif dan bagaimana mengatasi
penolakan karyawan terhadap perubahan.
Selain model Lewin, ada juga langkah lain seperti pendekatan komprehensif terhadap perubahan. Pendekatan ini memerlukan pandangan sistwm yang memaparkan serangkaian langkah-langkah spesifik yang sering menyebabkan keberhasilan suatu perubahan.
1. Langkah-langkah dalam Proses Perubahan
Langkah-langkah dalam proses perubahan menurut Kurt Lwein yang
kemudian disebut model Lewin, yaitu :
1.Unfreezing,
yaitu proses penjelasan perubahan kepada individu yang akan terpengaruh oleh
perubahan agar dapat memahami mengapa perubahan itu diberlakukan.
2.The Change it Self, yaitu perubahan itu sendiri,
yang dimplementasikan / dihilangkan.
3.Refresing,
yaitu proses penekanan dan mendukung perubahan sehingga ia menjadi bagian dari
sistem.
Selain model Lewin, ada juga langkah lain seperti pendekatan komprehensif terhadap perubahan. Pendekatan ini memerlukan pandangan sistwm yang memaparkan serangkaian langkah-langkah spesifik yang sering menyebabkan keberhasilan suatu perubahan.
1.
Perubahan yang direncanakan
Perubahan yang direncanakan adalah
perubahan-perubahan yang diperkirakan atau yang telah direncanakan terlebih
dahulu oleh pihak-pihak yang hendak
mengadakan perubahan di dalam masyarakat. Pihak-pihak yang menghendaki
suatu perubahan dinamakan agent of change, yaitu seseorang atau
sekelompok orang yang mendapat kepercayaan dari masyarakat sebagai pemimpin satu
atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan. Oleh karena itu, suatu perubahan
yang direncanakan selalu di bawah pengendalian dan
[[pengawasan agent of change. Secara umum, perubahan berencana dapat juga
disebut perubahan dikehendaki. Misalnya, untuk mengurangi angka kematian]]
anak-anak akibat polio,
pemerintah mengadakan gerakan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) atau untuk
mengurangi pertumbuhan jumlah penduduk. Pemerintah mengadakan program keluarga berencana (KB).
2.Perubahan yang Struktural
2.Perubahan yang Struktural
Salah
satu cara membentuk struktur organisasi adalah dengan membuat disain organisasi
(organization design). Disain organisasi sendiri merupakan pembentukan
peran (roles), aktifitas pengolahan (process), dan bentuk
hubungan formal (formal relationship) dalam suatu organisasi.
Didalamnya, ada pengembangan struktur keseluruhan di dalam organisasi baik unit
maupun sub-sub unitnya, serta definisi peran dan proses yang lebih detil dalam
unit maupun sub unit tersebut.







